Prodi Magister Ilmu Pemerintahan (S2) dan Prodi Ilmu Pmerintahan (S1) melakukan kunjungan media ke kantor redaksi Radar Jogja yang merupakan bagian dari Jawa Pos 10(10). Rangkaian kegiatan ini terdiri dari workshop penulisan artikel online, sesi diskusi, dan penjajakan kerjasama yang akan dilakukan dengan Radar Jogja. Tujuan utama kegiatan ini adalah pengenalan media cetak sebagai sarana informasi bagi masyarakat dan upaya mempertahankan eksistensi koran dalam menghadapi era digital yang sangat masif. Berita tidak hanya diterbitkan melalui media cetak saja, melainkan melalui media berbasis online yang sangat digemari oleh kalangan muda saat ini sepertu Instagram, Website, portal berita, dan YouTube.

Mengawali kegiatan Media Visit dan Workshop, Syukron selaku Manajer Bisnis menyebutkan pada zaman milenial saat ini berita dalam bentuk media cetak ternyata masih sangat di gemari oleh masyarakat. “Meskipun sekarang adalah zamannya era digital, tapi masih banyak masyarakat yang lebih senang membaca berita itu dalam bentuk cetak ketimbang online. Karena masyarakat beranggapan bahwa media cetak yang telah terbit memiliki nilai kebenaran berita tinggi ketimbang media online  yang sarat sekali akan hoax” ungkapnya. Media cetak masih digemari oleh sebagian masyarakat karena anggapan bahwa berita yang sudah terbit dalam koran dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Berbeda dengan berita yang berasal dari media sosial yang bisa saja mengandung hoaks. Suatu pemberitaan atau informasi itu belum dianggap valid atau sah apabila tidak diperoleh melalui membaca koran , itulah yang menjadi anggapan masyarakat yang masih setia dengan koran”. ungkapnya

Facebook Comments

Sharing is caring!